Harga Emas Sabtu 2 Juli 2022 Naik Rp7 Ribu per Gram, Emas Dunia Tergelincir Lagi 5,8 Dolar

- 2 Juli 2022, 10:08 WIB
Ilustrasi logam mulia
Ilustrasi logam mulia / Michael Steinberg/Pexels


BALIKPAPAN CITY - Harga emas Sabtu 2 Juli 2022 pukul 08.00 WIB pagi ini kembali naik Rp7 ribu per gram menjadi Rp991 ribu, dibanding harga terakhir sebelumnya Rp984 ribu pergram.

Kenaikan harga emas ini tidak diikuti  harga perak yang masih mengalami penurunan Rp100 per gram menjadi Rp10.400 per gram dari harga terakhir Rp10.500 per gram.

Berikut ini perkembangan harga emas batangan (Belum termasuk pajak) dari laman yang dikutip Balikpapancity.com dari laman Logammulia.com pada pukul 09.00 WIB.

Baca Juga: Tiba dari Abu Dhabi, Sabtu Pagi Presiden Jokowi Langsung Takziah ke Kediaman Almarhum Tjahjo Kumolo

Harga Emas Batangan - 0.5 gr Rp 545,500
Harga Emas Batangan - 1 gr Rp 991,000
Harga Emas Batangan - 2 gr Rp 1,922,000
Harga Emas Batangan - 3 gr Rp 2,858,000
Harga Emas Batangan - 5 gr Rp 4,730,000
Harga Emas Batangan - 10 gr Rp 9,405,000
Harga Emas Batangan - 25 gr Rp 23,387,000
Harga Emas Batangan - 50 gr Rp 46,695,000
Harga Emas Batangan - 100 gr Rp 93,312,000
Harga Emas Batangan - 250 gr Rp 233,015,000
Harga Emas Batangan - 500 gr Rp 465,820,000
Harga Emas Batangan - 1000 gr Rp 931.600.000

Harga emas Dunia Tergelincir 5,8 Dolar

Sementara itu, harga emas dunia tergelincir lagi 5,8 dolar akibat tertekan penguatan dolar.

Harga emas kembali tergelincir pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), memperpanjang kerugian untuk hari kelima berturut-turut karena dolar AS yang lebih kuat membuat logam mulia tersebut kurang menarik bagi investor.

Baca Juga: DPR RI Akhirnya Setujui Pembentukan 3 DOB Baru di Papua, Berikut Daftar Provinsi Baru tersebut

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di Divisi Comex New York Exchange, tergelincir 5,8 dolar AS atau 0,32 persen, menjadi ditutup pada 1.801,50 dolar AS per ounce.

Harga emas berjangka jatuh 10,2 dolar AS atau 0,56 persen menjadi 1.807,30 dolar AS pada Kamis (30/6/2022), setelah melemah 3,70 dolar AS atau 0,2 persen menjadi 1.817,50 dolar AS pada Rabu (29/6/2022), dan merosot 3,60 dolar AS atau 0,2 persen menjadi 1.821,20 dolar AS pada Selasa (28/6/2022).

Nilai emas sempat turun lebih jauh mencapai posisi terendah tujuh bulan pada Jumat (1/6/2022) setelah pemerintah di New Delhi, India, menaikkan pajak impor atas emas guna mendukung mata uang rupee yang terpukul saat perdagangan Juli dibuka.

Baca Juga: Jenazah Menteri PANRB Tjahjo Kumolo Dimakamkan Secara Militer, Ganjar Pranowo Tekejut Seniornya Meninggal

India, konsumen emas batangan terbesar kedua di dunia, menaikkan bea masuk dasar emas menjadi 12,5 persen dari 7,5 persen.

Langkah tersebut akan segera mempengaruhi permintaan, meskipun kuartal ketiga biasanya melihat pembelian fisik yang kuat di tengah festival, Ajay Kedia, Direktur Kedia Commodities di Mumbai, mengatakan seperti dikutip oleh Reuters.

Sepanjang pekan ini emas berada di zona merah yang menetap lebih rendah di setiap dari lima sesi untuk secara kumulatif kehilangan sekitar 30 dolar AS atau 1,6 persen, pada minggu ini.Baca Juga: Prediksi PSIS Semarang vs Bhayangkara FC di Pertandingan Piala Presiden 3 Juli 2022, H2H, dan Susunan Pemain

Itu adalah kerugian minggu ketiga berturut-turut untuk emas setelah sebelumnya turun 0,6 persen dan 1,9 persen. Untuk bulan Juni sendiri, emas telah kehilangan lebih dari 2,0 persen, melengkapi satu bulan berturut-turut di zona merah.

Data ekonomi yang dirilis pada Jumat (1/7/2022) mendukung emas. Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur AS dari S&P Global turun menjadi 52,7 pada Juni dari 57,0 pada Mei, sedikit di atas pembacaan awal 52,4 dan menandakan bahwa aktivitas pabrik tumbuh pada laju paling lambat dalam hampir dua tahun.

Barometer Institute for Supply Management (ISM) untuk pabrik-pabrik Amerika turun ke level terendah dua tahun di 53 persen pada Juni. Indeks ISM turun 3,1 poin dari 56,1 persen pada Mei.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 68,5 sen atau 3,37 persen, menjadi ditutup pada 19,667 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 24 dolar AS atau 2,68 persen, menjadi ditutup pada 871,3 dolar per ounce.***

Editor: Tri Widodo

Sumber: ANTARA logammulia.com


Tags

Terkait

Terkini

x